Ternate – Polemik internal Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen (Himapro Manajemen) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun (Unkhair) pasca Musyawarah Besar (Mubes) akhirnya diluruskan.
Musyawarah yang digelar Kamis, 14 September 2026 di Auditorium Lantai 4 FEB Unkhair telah secara sah menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Formatur Ketua Umum terpilih. Namun beredarnya pemberitaan di media sosial soal dugaan intervensi dalam penyusunan kepengurusan baru sempat memicu kegaduhan di kalangan mahasiswa.
Menanggapi hal itu, Formatur Ketua Umum Himapro Manajemen menyampaikan klarifikasi resmi guna meluruskan fakta dan mengakhiri keraguan. Ia menegaskan polemik ini harus segera ditutup agar tak mengganggu agenda pembenahan organisasi yang telah direncanakan.
“Kepengurusan baru berkomitmen mengembalikan seluruh mekanisme organisasi pada koridor Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga serta hasil keputusan Mubes. Tidak ada ruang sedikit pun bagi intervensi pihak yang mengatasnamakan senioritas,” tegasnya.
Ia menambahkan, hubungan antara pengurus baru dan para senior haruslah bersifat koordinasi dan pembinaan, bukan perintah.
“Prinsip kami tegas: Himapro Manajemen adalah ruang kaderisasi. Senior sebagai mitra pembina, pengurus baru sebagai pelaksana yang diberi kebebasan berkarya, bukan objek arahan sepihak,” ujarnya.
Kepengurusan baru menetapkan prioritas utama: konsolidasi internal, penataan sistem kaderisasi, serta penyusunan program kerja yang progresif dan berdampak nyata bagi seluruh mahasiswa Manajemen.
Dengan klarifikasi ini, ia mengajak seluruh elemen untuk kembali bersatu dan meninggalkan perpecahan.
“Cukup gaduh. Mari alihkan energi kita untuk membangun Himapro Manajemen yang lebih baik, profesional, dan berprestasi,” pungkasnya.








