BerandaDaerahAdministrasi Lengkap tapi Gaji Tak Cair, Fasilitator TEKAD Halsel Menduga Ada Unsur...

Administrasi Lengkap tapi Gaji Tak Cair, Fasilitator TEKAD Halsel Menduga Ada Unsur Kesengajaan

Labuha – Sejumlah fasilitator program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mengeluhkan nasib mereka yang belum menerima gaji selama tiga bulan berturut-turut. Keterlambatan ini diduga berakar dari kinerja Satuan Kerja (Satker) dan Koordinator Wilayah (Korwil) TEKAD setempat yang dinilai menghambat proses pencairan hak mereka.

Salah satu Fasilitator Kabupaten (Faskab) yang enggan disebutkan namanya menyampaikan hal ini kepada awak media melalui pesan tertulis, Senin (27/7). Ia menegaskan seluruh administrasi mulai dari laporan kemajuan pendampingan hingga catatan harian telah diselesaikan dengan lengkap dan diunggah sesuai prosedur yang berlaku.

Namun, alih-alih memproses pencairan, pihak Satker dan Korwil justru berulang kali mempersoalkan hal-hal yang seharusnya sudah selesai, serta meminta pengumpulan data yang sama berulang kali.

“Kami menduga kuat keterlambatan ini bukan kelalaian semata, melainkan ada unsur kesengajaan. Seolah-olah mereka sengaja mencari-cari alasan dan kesalahan kami, lalu menahan laporan yang sudah tuntas itu, sehingga berimbas pada tertahannya pembayaran gaji,” tegasnya.

Karena hal itu, para fasilitator meminta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI segera turun tangan mengevaluasi kinerja Satker dan Korwil TEKAD Halsel, agar hak-hak tenaga pendamping tidak terus diabaikan.

Padahal, hasil kerja para fasilitator terlihat nyata di lapangan. Berdasarkan arahan teknis yang berlaku, mereka telah menjalankan pendampingan dan pembinaan secara maksimal. Sebagian besar Kelompok Penerima Bantuan (KPB) binaan pun kini telah mandiri dan meraih keuntungan—seperti kelompok petani hortikultura dan nelayan yang berhasil memanen hasil usaha hingga puluhan juta rupiah.

“Ironisnya, kelompok binaan kami sudah menuai keberhasilan besar, namun kami yang mendampingi justru tidak menerima hak kami selama tiga bulan. Biaya operasional turun ke lokasi cukup besar, dari mana kami harus menutupnya jika gaji pun ditahan?” pungkasnya dengan nada kecewa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru