BerandaKesehatanRakyat Menahan Sakit Pemimpin Terlelap, HMI Cabang Ternate Gugat Kelalaian DPRD dan...

Rakyat Menahan Sakit Pemimpin Terlelap, HMI Cabang Ternate Gugat Kelalaian DPRD dan Pemda Haltim

Ternate – Keluhan masyarakat atas akses terhadap layanan kesehatan yang layak masih menjadi mimpi jauh bagi warga di sejumlah wilayah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim). Jarak yang jauh, fasilitas yang terbatas, hingga keterbatasan tenaga medis membuat warga harus menempuh perjalanan berjam-jam bahkan menyeberang laut hanya untuk mendapatkan pertolongan dasar. Kondisi yang memprihatinkan ini kini menuai kecaman tajam dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate.

Dalam pernyataan resminya, Rabu (9/9/2026), Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Ternate, Yusril J. Todoku, menegaskan bahwa keterbatasan pelayanan kesehatan di Halmahera Timur bukan lagi sekadar persoalan teknis, melainkan kelalaian nyata pemerintah daerah yang mengabaikan hak dasar rakyat.

“Rakyat di pelosok Halmahera Timur sakit, menahan rasa sakit, bahkan ada yang nyawanya tak tertolong karena terlambat mendapat penanganan. Sementara itu, DPRD dan Pemerintah Daerah Haltim seolah tak mendengar rintihan itu. Jangan hanya tidur di kursi jabatan, saat rakyat sedang menderita,” tegas Yusril.

Ia juga menyoroti anggaran daerah yang disusun setiap tahun kerap mencantumkan program kesehatan yang terdengar indah di atas kertas, namun nyatanya tidak dirasakan warga di lapangan. Puskesmas yang kekurangan obat, tenaga medis yang belum terpenuhi, hingga sarana transportasi rujukan yang masih sangat minim menjadi bukti nyata lemahnya komitmen pemangku jabatan.

“Kekayaan alam yang dikeruk dari perut bumi Halmahera Timur sudah terhitung ratusan juta ton. Tapi kenapa rakyatnya justru kesulitan berobat? Ke mana perginya semua manfaat itu? Jika tidak ada kebijakan yang berpihak pada kesehatan warga, maka segala pembangunan yang dipamerkan hanyalah kemunafikan,” pungkas Yusril.

Lanjut Yusril, dengan adanya keluhan warga terkait minimnya layanan kesehatan tersebut maka HMI Cabang Ternate secara kelembagaan meminta DPRD Halmahera Timur segera menjalankan fungsi pengawasan secara nyata, bukan sekadar menandatangani lembar anggaran. Sementara itu Pemda diminta membuktikan keseriusannya dengan memperbaiki fasilitas, menambah tenaga medis, serta memastikan obat-obatan tersedia hingga ke puskesmas-puskesmas di wilayah terpencil.

“Kesehatan adalah hak setiap warga negara, bukan anugerah yang harus dimohon-mohon. Bangunlah dari tidur panjang Anda, sebelum rakyat semakin kehilangan harapan,” tandas Yusril mengakhiri pernyataannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru