Oleh: Said Alkatiri, S.Pd
Dua puluh satu tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ia adalah rentang waktu yang menyimpan cerita, perjuangan, suka dan duka, serta perjalanan panjang dalam merawat ikatan persaudaraan. Di usia ke-21 tahun, keberadaan IKA Togale di Bumi Saruma menjadi momentum penting untuk menengok kembali jejak perjalanan sekaligus melihat masa depan dengan semangat yang lebih kuat.
Bumi Saruma bukan sekadar tanah tempat kita berpijak. Ia adalah ruang yang mempertemukan sejarah, budaya, keluarga, dan persaudaraan. Di tengah keberagaman masyarakat Halmahera Selatan, IKA Togale hadir sebagai bagian dari perjalanan sosial kemasyarakatan, membawa semangat untuk menjaga hubungan kekeluargaan dan memperkuat rasa kebersamaan.
Usia 21 tahun seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai pertambahan angka. Lebih dari itu, 21 tahun adalah waktu untuk melakukan refleksi: sejauh mana keberadaan IKA Togale telah memberikan arti bagi anggotanya, bagi masyarakat, dan bagi Bumi Saruma.
Perjalanan panjang tentu tidak selalu berjalan tanpa tantangan. Perbedaan pandangan, dinamika zaman, perubahan generasi, serta berbagai persoalan sosial adalah bagian dari kehidupan sebuah organisasi dan komunitas. Namun justru dari perbedaan itulah kita belajar bahwa persaudaraan harus dirawat dengan komunikasi, saling menghargai, dan semangat untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
IKA Togale harus terus menjadi rumah besar persaudaraan. Rumah yang tidak membedakan latar belakang, tetapi mempertemukan kita dalam satu ikatan kekeluargaan. Rumah yang mampu menjadi jembatan antargenerasi, tempat para orang tua mewariskan nilai-nilai persaudaraan kepada generasi muda.
Di usia ke-21 tahun ini, tantangan IKA Togale juga semakin besar. Generasi muda membutuhkan ruang untuk berkreasi, berkontribusi, dan mengambil peran dalam pembangunan daerah. Karena itu, keberadaan IKA Togale ke depan harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan akar budaya dan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas kita.
Refleksi 21 tahun ini juga menjadi pengingat bahwa persaudaraan bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Saling membantu ketika ada yang membutuhkan, hadir ketika saudara menghadapi kesulitan, menjaga nama baik keluarga besar, serta bersama-sama memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Mari menjadikan momentum 21 tahun IKA Togale sebagai titik untuk memperkuat kembali komitmen bersama: merawat persaudaraan, menjaga kebersamaan, memperkuat solidaritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Bumi Saruma.
Sebab pada akhirnya, kekuatan terbesar kita bukanlah jabatan, bukan pula jumlah, tetapi persaudaraan yang tetap terjaga meskipun zaman terus berubah. Ucap said Alkatiri ketua dewan pakar LEMPENG BUSANTRA
21 tahun IKA Togale: perjalanan telah dilalui, persaudaraan terus dirawat, dan masa depan Bumi Saruma menjadi tanggung jawab kita bersama.
Togale untuk Indonesia.
Menjaga Kebersamaan dalam Bingkai Saruma.








