MANOKWARI, JAGAMELANESIA.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari kini resmi bertransformasi menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua melalui Keputusan Mendiktisaintek (Kepmen) Nomor 631/B/O/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 12 Juni 2026.
Dr. Filep Wamafma menyampaikan syukurnya atas alih status STIH yang menegaskan komitmen peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Papua Barat. Ia mengatakan, kelembagaan ini merupakan hasil perjuangan panjang Yayasan Perguruan Tinggi Manokwari bersama seluruh sivitas akademika yang selama puluhan tahun berkomitmen membangun sumber daya manusia Papua melalui pendidikan tinggi.
Berdasarkan Keputusan Menteri tersebut, STIH Manokwari yang sebelumnya berfokus pada bidang ilmu hukum kini berkembang menjadi institut yang memiliki cakupan keilmuan lebih luas untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah dan nasional. Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua akan menyelenggarakan empat program studi, yaitu Program Sarjana Ilmu Hukum, Program Magister Hukum, Program Sarjana Ilmu Pemerintahan, dan Program Sarjana Manajemen Rekayasa.
Filep menambahkan bahwa transformasi ini merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi generasi muda Papua serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.
“Perubahan ini bukan sekadar perubahan nama dan bentuk kelembagaan, tetapi merupakan komitmen besar untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan Papua. Institut ini diharapkan menjadi rumah lahirnya pemimpin, akademisi, birokrat, teknokrat, dan wirausahawan masa depan Papua,” ujarnya.
Selain itu, pimpinan STIH Manokwari menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan hingga terbitnya izin perubahan bentuk perguruan tinggi tersebut.
”Ucapan terima kasih secara khusus kami sampaikan kepada Mendiktisaintek atas kepercayaan dan dukungan dalam pengembangan pendidikan tinggi di Tanah Papua.
Gubernur Papua Barat yang senantiasa memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi. Juga kepada Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua dan Papua Barat beserta jajaran yang telah memberikan pendampingan, pembinaan, serta dukungan administratif selama proses pengajuan perubahan bentuk kelembagaan,” ujarnya.
Ia juga berterima kasih kepada Yayasan Perguruan Tinggi Manokwari sebagai badan penyelenggara yang dengan penuh dedikasi dan komitmen memperjuangkan kemajuan STIH Manokwari hingga menjadi institut, termasuk kepada seluruh Sivitas Akademika STIH Manokwari, yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan para mitra kerja yang telah bekerja keras, menjaga kualitas akademik, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan lembaga.
”Perubahan bentuk ini menjadi momentum bersejarah bagi dunia pendidikan tinggi di Papua Barat. Setelah lebih dari lima dekade mengabdi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sejak berdiri pada 17 Februari 1975, STIH Manokwari kini memasuki babak baru sebagai Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua yang siap memperluas cakupan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.








