BerandaDaerahLampu Jalan Pelabuhan Ferry Hingga Toilet Rusak, Pemda Halsel Dinilai Abaikan Pelayanan...

Lampu Jalan Pelabuhan Ferry Hingga Toilet Rusak, Pemda Halsel Dinilai Abaikan Pelayanan Publik

Labuha – Sepenuhnya padam. Tak satu pun lampu berfungsi di lingkungan Pelabuhan Ferry Desa Laromabati, Kecamatan Kayoa Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Jalan masuk, ruang tunggu, hingga area dermaga tenggelam dalam kegelapan pekat setiap malam, kondisi yang memicu gelombang keluhan sekaligus kekhawatiran serius para pengguna jasa, yang menilai pemerintah daerah sengaja mengabaikan standar pelayanan dan keselamatan publik.

Berdasarkan pantauan langsung media di lokasi pada Senin (24/8/2026), seluruh sistem penerangan di pelabuhan yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel itu mati total. Mulai dari lampu jalan akses menuju pelabuhan, lampu ruang tunggu, hingga lampu penerangan di dermaga semua tak menyala. Ditambah lagi, fasilitas toilet umum di ruang tunggu juga rusak dan tak dapat digunakan sama sekali.

Keresahan makin memuncak mengingat jadwal kapal feri tiba dari Bacan sekitar pukul 03.00 WIT dini hari, saat suasana masih gelap gulita.

“Pada jam segitu masih gelap sekali. Tidak ada satu pun lampu yang menyala, baik di jalan, terminal, maupun ruang tunggu. Ini bukan sekadar mengganggu kenyamanan ini membahayakan keselamatan kami para penumpang,” ungkap seorang pengguna jasa yang enggan disebutkan namanya dengan nada kecewa.

Warga menyoroti ketimpangan yang mencolok: setiap kedatangan kapal, pemerintah daerah menerima retribusi pelabuhan yang jumlahnya tidak sedikit. Namun pendapatan itu sama sekali tak tercermin dalam pemeliharaan fasilitas.

“Pemerintah mengambil pendapatan rutin dari pelabuhan ini di setiap jadwal kapal. Tapi perhatian terhadap fasilitas penunjang nyaris tak ada. Tidak sebanding sama sekali antara uang yang masuk dengan pelayanan yang kami terima,” tegasnya.

Kondisi ini sangat disayangkan, mengingat pelabuhan ini menjadi urat nadi penghubung antarwilayah bagi ratusan warga Kayoa. Kegelapan total dan fasilitas rusak yang dibiarkan terbengkalai bukan sekadar kelalaian, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan jiwa.

Para pengguna jasa mendesak Dinas Perhubungan Halsel selaku instansi penanggung jawab segera turun tangan. Lakukan perbaikan menyeluruh, nyalakan kembali penerangan, perbaiki fasilitas yang rusak, dan jangan biarkan pelabuhan vital ini terus diabaikan.

“Jangan sampai kelalaian ini justru memicu hal-hal yang tidak diinginkan, sekaligus menimbulkan spekulasi negatif di tengah masyarakat,” pungkas warga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru