BerandaOlahragaKetua Komite III DPD RI: KONI Harus Fokus Perkuat Olahraga Daerah Hingga...

Ketua Komite III DPD RI: KONI Harus Fokus Perkuat Olahraga Daerah Hingga Jamin Masa Depan Atlet

JAKARTA, JAGAMELANESIA.COM – Ketua Komite III DPD RI menegaskan bahwa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) merupakan wadah perjuangan, pembinaan, dan pengembangan atlet untuk pencapaian prestasi olahraga. Menurutnya, olahraga memiliki posisi strategis dalam membangun karakter, persatuan, dan kebanggaan daerah sekaligus mengharumkan nama bangsa dan negara.

Karena itu, ia mendorong agar seluruh kebijakan organisasi olahraga harus ditempatkan untuk kepentingan pembinaan atlet dan peningkatan prestasi.

“KONI adalah wadah perjuangan dan pembinaan olahraga, bukan kepentingan lainnya. Atlet harus menjadi pusat perhatian, karena prestasi, kesejahteraan, pembinaan, dan masa depan atlet merupakan tujuan utama organisasi ini,” tegasnya, Sabtu (22/8/2026).

Ia menekankan, penguatan olahraga daerah merupakan fondasi dari pembangunan olahraga nasional. Pemerintah daerah bersama KONI dan organisasi cabang olahraga perlu membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari pencarian bibit atlet, pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, penyediaan sarana dan prasarana, fasilitasi kompetisi, hingga pembinaan atlet berprestasi.

“Penguatan olahraga daerah pada poinnya bukan hanya untuk mengejar medali. Namun dengan memberikan ruang dan fasilitas yang adil juga memadai untuk pembinaan yang berujung pada target pencapaian prestasi. Prestasi atlet daerah adalah bagian dari upaya mengharumkan nama daerah, bangsa dan negara yang perlu mendapatkan perhatian yang serius dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, senator Papua Barat itu menegaskan bahwa keterlibatan pemerintah dan kekuatan politik dalam mendukung olahraga sangat penting, khususnya melalui kebijakan anggaran dan perlindungan atlet. Dukungan tersebut harus diberikan untuk memperkuat kepentingan nasional bukan kepentingan lainnya.

“Kami mengingatkan agar KONI murni untuk putra-putri bangsa, tidak berkaitan dengan kepentingan politik praktis. Apabila organisasi olahraga berjalan tidak murni, maka akan memicu risiko pada realisasi kebijakan, program dan hasil yang tidak optimal,” kata Filep lagi.

Pembinaan Prestasi dan Kesejahteraan Atlet Harus Menjadi Prioritas

Filep menerangkan, kesejahteraan atlet mencakup dukungan selama masa pembinaan dan pertandingan, penghargaan atas prestasi, perlindungan ketika mengalami cedera, dukungan kesehatan, serta kepastian hak-hak atlet sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia mendorong pemerintah daerah membangun sistem yang memberikan kepastian masa depan bagi atlet berprestasi.

“Atlet harus dibina sejak usia muda, diperhatikan kesejahteraannya, dilindungi ketika mengalami cedera, dan dihargai atas pengabdiannya kepada daerah dan negara. Juga masa depan atlet setelah purna tugas. Atlet memiliki masa produktif yang terbatas. Karena itu, ketika mereka berhenti menjadi atlet, jangan sampai mereka kehilangan arah dan masa depan. Harus ada skema pengembangan karier, pendidikan, pelatihan keterampilan, penghargaan, dan peluang kerja bagi atlet berprestasi,” sambungnya.

Menurut Filep, atlet berprestasi dapat diberikan kesempatan untuk berkontribusi kembali dalam dunia olahraga, antara lain sebagai pelatih, instruktur, pengelola olahraga, tenaga profesional, maupun dalam bidang lain sesuai kompetensinya.

KONI Harus Profesional dan Berintegritas

Ia lantas juga menekankan pentingnya kualitas pengurus KONI. Menurut Filep, kepengurusan organisasi olahraga harus diisi oleh orang-orang yang memiliki kapasitas, integritas, komitmen, pengalaman, serta dedikasi terhadap pembinaan olahraga. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, yang menjadi dasar hukum penyelenggaraan keolahragaan nasional.

“Kita tahu UU tersebut mengatur mengenai pembinaan dan pengembangan olahraga, organisasi olahraga, pelaku olahraga, pendanaan, penghargaan olahraga, serta pengelolaan dan pengawasan keolahragaan. Dalam kerangka tersebut, komite olahraga nasional memiliki peran dalam pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi serta koordinasi pembinaan organisasi olahraga. Maka, proses pemilihan pengurus KONI harus dilakukan secara demokratis, transparan, profesional dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta AD/ART KONI,” tegasnya.

Khusus calon pimpinan KONI, ambah Filep, selayaknya memiliki kapasitas kepemimpinan, networking, visi pembinaan olahraga prestasi, serta kemampuan mengelola organisasi secara profesional. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan olahraga membangun ekosistem olahraga yang sehat, profesional, transparan, dan berorientasi pada prestasi.

“Jangan memilih pengurus hanya karena kedekatan politik atau kepentingan kelompok. Pilihlah yang benar-benar memiliki kapasitas, integritas, komitmen, dan visi untuk memajukan olahraga serta memperjuangkan kepentingan nasional,” sebut Pace Jas Merah ini.

“Prestasi olahraga harus lahir dari pembinaan yang serius, bukan dari kepentingan tertentu. KONI harus menjadi rumah bersama bagi masyarakat olahraga dan menjadi organisasi yang benar-benar memperjuangkan atlet dan kepentingan bangsa,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru