WONDAMA, JAGAMELANESIA.COM – PT. Wijaya Sentosa aktif memproduksi kayu merbau dari hutan di tanah Kuri dan Wamesa, Kabupaten Teluk Wondama. Seorang pemuda Kuri, Maikel Werbete menyampaikan keprihatinannya atas penebangan kayu tersebut.
Menurutnya, kayu-kayu yang ditebang ini nampak dimuat dengan truk dari lokasi ke logpon selanjutnya dengan tongkang ke Dawai Serui untuk diproduksi dan dikirim ke luar daerah. Ia mempertanyakan kontribusi perusahaan kepada masyarakat setempat terkait masifnya aktivitas penebangan kayu tersebut.
“Apakah produksi sebanyak ini berdampak bagi daerah terdampak seperti kampung Wagen, kampung Obo dan beberapa kampung persiapan lainnya. Malah yang terjadi tidak ada layanan pendidikan, kesehatan, fasilitas seperti rumah sakit, dokter. Guru tidak ada, lalu bagaimana dengan kayu-kayu mereka yang dihargai seperti beli rica di pasar,” ungkap Maikel, Kamis (7/5/2026).
“Kami berharap kepada bapak presiden tolong lihat kami, bantu kami hentikan penebangan hutan kami. Biar yang tersisa ini untuk anak cucu nanti. Bantu kami hentikan izin PT. Wijaya Sentosa yang berkantor di PT. Sinar Wijaya Grup Jakarta, cukup sudah jangan rusak hutan kami. Sebab kami tidak rasakan dampak apapun dari hasil hutan kami,” katanya lagi.
Ia menambahkan, masyarakat saat ini memerlukan advokasi terkait persoalan tersebut. Menurutnya, penebangan hutan harus dikendalikan, lantaran hutan merupakan bagian dari mata pencaharian masyarakat di tanah Kuri. Maikel mendesak segera ada tindakan dari pemda untuk menjaga dan melestarika hutan demi masa depan anak cucu masyarakat Kuri Wamesa. (MW)








