MANOKWARI, JAGAMELANESIA.COM – Senator Papua Barat, Dr. Filep Wamafma mengapresiasi antusiasme Relawan Jas Merah dalam menyukseskan HUT Pekabaran Injil ke-171 tahun di Tanah Papua. Relawan Jas Merah ini dibentuk atas inisiatifnya sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian terhadap kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan, khususnya di Papua Barat.
Selain itu, Filep menuturkan bahwa kehadiran relawan ini diantaranya diharapkan membantu menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan sekitar dari pra kegiatan perayaan hingga pasca kegiatan.
“Dalam rangka suksesi HUT Pekabaran Injil di tanah Papua, saya berinisiatif membentuk Relawan Jas Merah dan ini telah menjadi agenda rutin di setiap tahunnya. Kami selaku senator berkolaborasi dengan mahasiswa-mahasiswi se-Manokwari, kompak bersatu turut memastikan agar kegiatan berjalan lancar,” ungkap Filep, Selasa (3/2/2026).

“Saya terpanggil karena juga adanya keluhan masyarakat setempat bahwa pasca acara banyak sampah berserakan yang dikhawatirkan menjadi sumber penyakit. Jadi relawan-relawan disini tugas utamanya adalah turun langsung secara suka rela membantu panitia, seperti memastikan kebersihan, pengelolaan konsumsi dan berperan aktif dalam mendukung segala aspek penyelenggaraan acara di Pulau Mansinam ini,” imbuh Filep.
Lebih lanjut, Filep yang juga Sekretaris MPR For Papua itu menambahkan bahwa nama Jas Merah memiliki filosofi dasar yang melekat secara historis. Menurutnya, hingga saat ini pasukan Jas Merah telah berjumlah ratusan orang yang tergabung dari berbagai unsur mahasiswa di Kabupaten Manokwari.
“Per hari ini, teman-teman relawan telah bergerak melakukan pembersihan di sekitar lokasi dengan semangat dan antusias, sebagaimana keseragaman warna merah yang menyala. Saya berharap spirit ini akan terus terhimpun semakin besar dan memanggil mahasiswa lainnya untuk segera bergabung, karena ini terbuka tidak hanya bagi mahasiswa Kristen tetapi juga mahasiswa dari agama lain, termasuk muslim,” urai Pace Jas Merah itu.
“Tentu saya berharap, gerakan ini akan terus konsisten dan semakin kuat ke depannya. Agenda rutin ini diharapkan dapat menguatkan jiwa pengabdian mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang peduli kepada kehidupan beragama dan kemasyarakatan, karakter ini akan terus melekat sampai nanti menjadi sarjana hingga berkarir di sektor manapun,” tambahnya.
Tak hanya itu, ia juga mendorong agar inisiasi gerakan tersebut juga menjadi teladan dan motivasi bagi para pemuda dan pemudi Papua sehingga ke depannya akan muncul generasi-generasi intelektual yang memiliki kepedulian tinggi dan senantiasa mengabdi bagi agama dan bangsa.
“Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat ini menunjukkan bahwa kampus juga berdampak bagi masyarakat. Karena pilar ketiga dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat setelah pendidikan dan penelitian. Saya berharap semangat ini terus menular dan mengularkan kebaikan serta energi positif untuk kebaikan bersama,” pungkasnya.








