BerandaDaerahWaduh! Masalah Prostitusi Online Lewat Aplikasi MiChat Meningkat di Kabupaten Manokwari

Waduh! Masalah Prostitusi Online Lewat Aplikasi MiChat Meningkat di Kabupaten Manokwari

MANOKWARI, JAGAMELANESIA.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua Barat, Tirsa J.I Wader, S.KM., ME mengatakan bahwa saat ini masalah prostitusi melalui aplikasi MiChat semakin marak di Manokwari.

Data yang diperoleh dari DP3AKB Provinsi Papua Barat menyebutkan, kasus prostitusi ini meningkat menjadi 102 kasus korban perempuan via MiChat. Bahkan kata Tirsa Wader, korban berasal dari berbagai kalangan, dari pelajar, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga.

“Prostitusi online dengan korban perempuan meningkat lewat aplikasi MiChat di kabupaten Manokwari. Bahkan pengguna aplikasi michat ini bukan saja korban perempuan dari Manokwari, melainkan ada pula dari luar Manokwari yang datang untuk memanfaatkan aplikasi tersebut sebagai lahan pekerjaan untuk ‘menjual diri’,” ungkap Tirsa Wader di hadapan mahasiswa KKN STIH Manokwari, Kamis (19/6/2025).

Melalui kesempatan ini, Kepala DP3A dan KB Papua Barat berharap mahasiswa KKN STIH Manokwari sebagai generasi masa depan Papua Barat yang cemerlang dapat turut berperan dalam mengedukasi lingkungan sekitar.

Selain itu, lanjut Tirsa, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di kabupaten Manokwari dan pada umumnya di Papua Barat juga meningkat dari tahun ke tahun, karena faktor penggunaan aplikasi michat tersebut. Bahkan korban yang ditemukan saat ini adalah anak di bawah umur berstatus pelajar, termasuk anak putus sekolah yang memanfaatkan aplikasi MiChat untuk perilaku negatif tersebut.

“Saat ini sudah ada kasus yang kami temui,dan kami sudah berkoordinasi dengan pihak Polda Papua Barat untuk menangani secara Pidana,” ungkap Tirsa Wader.

Dia menegaskan, perlu pembatasan penggunaan aplikasi MiChat agar tidak merugikan masyarakat, sebab pengguna ponsel saat ini bukan hanya dari kalangan orang dewasa, melainkan juga anak-anak.

“Intinya penggunaan ponsel memang penting untuk berkomunikasi, namun ada dampak negatif ketika salah digunakan, terutama bagi kaum perempuan agar diharapkan tetap waspada dan hindari dampak negatifnya,” kata Tirsa Wader. (WRP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru