BerandaDaerahSenator Filep Dorong Pemuda GKI Jadi Kekuatan Perubahan, Cegah Mahasiswa Putus Kuliah...

Senator Filep Dorong Pemuda GKI Jadi Kekuatan Perubahan, Cegah Mahasiswa Putus Kuliah karena Kendala Biaya

MANOKWARI, JAGAMELANESIA.COM – Anggota DPD RI asal Papua Barat sekaligus Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., C.L.A., mendorong Pemuda Gereja Kristen Injili (GKI) se-Klasis Manokwari menjadikan rapat kerja sebagai momentum melahirkan program nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat pendidikan, dan melindungi generasi muda dari berbagai persoalan sosial.

Hal ini disampaikan dalam rapat kerja (raker) Persekutuan Anggota Muda (PAM) GKI se-Klasis Manokwari hari ini, Kamis (29/10/2026). Filep menegaskan bahwa program yang dirumuskan dalam raker tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi pemuda, gereja, dan masyarakat.

“Raker harus produktif menghasilkan proker yang jelas, terukur dan berdampak nyata. Pemuda GKI harus progresif, berani berpikir kreatif, merencanakan, dan melakukan aksi konkret untuk masa depan generasi dan kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Filep menambahkan, pembangunan gereja tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan gedung, fasilitas dan aset fisik. Menurutnya, hal yang jauh lebih penting adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, beriman, berpengetahuan, dan memiliki tanggung jawab terhadap masa depan gereja.

“Gedung gereja boleh megah, aset gereja boleh banyak, tetapi siapa yang akan menjaga dan melanjutkan pelayanan gereja apabila generasi mudanya tidak dipersiapkan dengan baik? Karena itu, investasi terbesar gereja adalah membangun kualitas manusianya, menyiapkan generasi dengan kaderisasi yang optimal,” ujarnya lagi.

Pentingnya Keberlanjutan Studi Mahasiswa GKI

Dalam kesempatan tersebut, Filep memberikan perhatian khusus terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa yang berasal dari keluarga jemaat GKI.

Ia meminta agar organisasi PAM mulai memikirkan program pendataan, pendampingan, dan dukungan pendidikan bagi mahasiswa yang menghadapi kesulitan ekonomi.

Menurutnya, gereja melalui organisasi pemuda dapat membangun gerakan solidaritas pendidikan agar mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik tidak terhenti kuliahnya hanya karena keterbatasan biaya.

“Saya berharap dari rapat kerja ini lahir sebuah komitmen bersama yakni jangan sampai ada anak-anak GKI yang terpaksa putus kuliah hanya karena orang tuanya tidak mampu membayar biaya pendidikan. Ini harus menjadi perhatian dan tanggung jawab moral kita bersama,” ungkapnya.

Filep menilai program pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas kepemimpinan gereja pada masa mendatang. Ia juga mendorong pemuda GKI mengembangkan program peningkatan keterampilan, kewirausahaan, kepemimpinan, dan penguatan kapasitas generasi muda.

Pemuda GKI Harus Sigap Melawan Ancaman Narkoba dan HIV/AIDS

Selain pendidikan, Filep mengingatkan pentingnya perhatian serius terhadap berbagai ancaman sosial yang dihadapi generasi muda, terutama penyalahgunaan narkotika, perilaku seksual berisiko, serta penularan HIV/AIDS. Ia mendorong agar PAM memasukkan program edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan penyalahgunaan narkoba, pencegahan HIV/AIDS, serta pembinaan karakter dan penguatan iman dalam agenda kerja organisasi.

“Pemuda gereja harus menjadi bagian dari solusi. Jangan sampai sibuk merencanakan kegiatan seremonial dan perjalanan studi, sedangkan persoalan yang mengancam masa depan anak-anak muda justru lepas dari perhatian,” katanya.

Lebih lanjut, Filep menambahkan bahwa penguatan iman perlu berjalan seimbang dengan peningkatan pengetahuan, kesadaran kesehatan, dan tanggung jawab sosial.

Pemuda Hari Ini Pemimpin Masa Depan

Di kesempatan yang sama, Filep menegaskan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan pelayanan dan kepemimpinan GKI di Tanah Papua.

Karena itu dia mendorong agar organisasi pemuda diarahkan menjadi wadah pembentukan calon pemimpin gereja, masyarakat, dan daerah yang memiliki integritas serta kepedulian sosial.

“Pemuda hari ini harus mampu menyelamatkan generasinya sendiri sekaligus mempersiapkan generasi yang akan datang. Kalau kita gagal membangun pemuda hari ini, kita sedang mempertaruhkan masa depan gereja,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Filep juga menyerahkan bantuan berupa baju dan tas secara simbolis kepada ketua panitia. Ia berharap bantuan dan materi yang diberikan dapat dimanfaatkan secara baik untuk mendukung kegiatan organisasi.

Menutup pesannya, Filep menyatakan komitmen untuk terus mendukung dan bekerja bersama pemuda GKI dalam memperjuangkan pendidikan, penguatan sumber daya manusia, dan pembangunan generasi muda.

“Saya akan tetap bersama pemuda GKI untuk berpikir, bekerja dan berjuang. Kita harus membangun generasi yang bukan hanya kuat dalam iman, tetapi juga unggul dalam ilmu pengetahuan berkarakter dan mampu menjadi berkat bagi gereja serta masyarakat,” pungkas Filep.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru