WONDAMA, JAGAMELANESIA.COM – Masyarakat Wondama mengeluhkan kondisi ekonomi semakin sulit dan susah memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator DAP Wilayah Wondama, Toni Ataribaba saat ditemui awak media, Sabtu (14/3/2026).
“Yang kami rasakan, situasi ekonomi kabupaten Teluk Wondama sedang tidak baik -baik saja. Juga keluhan masyarakat soal gaya kepemimpinan yang dirasakan saat ini kurang tepat. Masyarakat sedang hangat memperbincangkan harapan seorang pemimpin yang muda dan energik juga merakyat, yang mau mendekat dan mendengar suara masyarakat di kampung-kampung,” ungkapnya.
“Saat ini kami bisa rasakan soal situasi secara global yang sedang terjadi saat ini seperti peperangan yang mengguncang dunia, efisiensi anggaran, daya beli masyarakat turun, pasar sepi, tempat belanja sepi,” katanya lagi.
Ia menambahkan, situasi pasar saat ini sepi pengunjung dan memperlihatkan mama-mama Papua hanya menunggu dagangan tanpa banyak yang membeli.
“Anak bisa lihat saja kalau hari ini mama-mama mereka duduk dengan jualannya dari pagi sampai siang pulang bawa uang Rp 20.000,- dan ada yang pulang dengan Rp. 100.000,- mereka mengeluh mana uang untuk beli beras, gula dan kopi. Jadi terus terang saja kami sudah berteriak supaya kalau bisa ke depan lagi kita harap pemimpin yang nanti mau memimpin Wondama ini kita pilih pemimpin anak muda lagi agar mungkin dia lebih bergerak cepat,” ujarnya.
“Kami ingin lihat mama-mama dorang yang jualan di pasar ini punya sayur dan ikan. Jadi ke depan kita harus pilih pemimpin lagi, harus anak muda yang berani dan bisa atasi situasi ekonomi di Wondama ini,” ungkap Toni. (MW)








