BerandaDaerahAntisipasi Modus TPPO, Filep: Verifikasi dan Validasi Tawarannya, Periksa Profil yang Menawarkan

Antisipasi Modus TPPO, Filep: Verifikasi dan Validasi Tawarannya, Periksa Profil yang Menawarkan

PAPUA BARAT, JAGAMELANESIA.COM – Ketua Komite III DPD RI Papua Barat, Dr. Filep Wamafma menekankan pentingnya masyarakat Papua Barat mewaspadai modus perdagangan orang yang kini marak diperbincangkan.

Tindak pidana perdagangan orang atau TPPO merupakan kejahatan serius yang dapat menimpa siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin, maupun latar belakang. Tindak kejahatan ini dapat menyasar semua kalangan baik anak-anak, remaja hingga orang dewasa.

Filep Wamafma, selaku senator dapil Papua Barat yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum STIH Manokwari itu menyampaikan agar masyarakat mengenali modus pelaku TPPO yang menggunakan berbagai cara untuk menjerat korbannya. Beberapa modus yang sering dijalankan antara lain, tawaran kerja palsu dengan iming-iming gaji tinggi dan fasilitas menarik.

“Jadi masyarakat kita harus melek isu TPPO ini. Pelajari betul modusnya, banyak sekali kasus-kasus yang telah dipidana. Umumnya pelaku memanfaatkan kelemahan korban, memanfaatkan mereka yang membutuhkan uang, yang ingin mencari pekerjaan dengan iming-imingi tawaran pekerjaan, tetapi tidak sesuai,” ujar Filep dalam tayangan TVRI Papua Barat, Kamis (8/1/2026)

“Nah, tentu banyak kasus, khususnya anak-anak muda yang dijanjikan untuk bekerja dan lain sebagainya, tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan yang diminta, akhirnya bukan kesejahteraan yang didapat, malah penderitaan, maka masyarakat harus mengantisipasi hal ini, melindungi keluarga dan kerabat,” sambung Filep.

Lebih lanjut, Filep Wamafma menambahkan sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mewaspai TPPO ini, diantaranya masyarakat dapat memastikan terlebih dahulu kebenaran tawaran pekerjaan tersebut dan memeriksa profil orang yang menawarkan pekerjaan.

“Untuk mengantisipasi, yang pertama adalah kita perlu memastikan bahwa kebutuhan kerja yang diminta itu benar atau valid dan apakah sesuai dengan apa yang diharapkan. Yang kedua, jika benar ada info pekerjaan, maka akses informasi sebanyak-banyaknya melalui semua sistem termasuk di tingkat pemerintahan, dan pantau perkembangannya, catat persyaratan, tahap-tahap dan tanggal-tanggal pentingnya,” ujar Sekretaris MPR For Papua ini.

“Yang ketiga, yang paling penting adalah tahu dulu siapa yang mengajak untuk bekerja. Verifikasi, validasi, dan periksa profil orang tersebut. Jangan sampai orang ini adalah agen atau jaringan yang berkonspirasi untuk perdagangan orang. Ini sangat membahayakan, lebih khusus para wanita. Karena korban perdagangan orang ini lebih  banyak kaum wanita,” kata Filep lagi.

Oleh karena itu, Filep Wamafma kembali berpesan kepada masyarakat Papua Barat, khususnya para kaum perempuan untuk mengenali dan memahami TPPO, termasuk modus yang sering digunakan pelaku, serta cara melindungi diri dan orang terdekat, guna meminimalisir risiko menjadi korban. (UWR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru