BINTUNI, JAGAMELANESIA.COM – Masyarakat pengungsi dua distrik yakni Distrik Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Senator Papua Barat, Dr. Filep Wamafma atas bantuan kemanusiaan yang diberikan.
Hal ini disampaikan oleh Koordinator Penanganan Pengungsian, Ruben Christian Frasa bersama Kepala Distrik Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh dalam keterangan yang diterima awak media, Selasa (23/12/2025).
“Kami selaku Koordinator Penanganan Pengungsian bersama kedua Kepala Distrik Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih kepada bapak Filep Wamafma atas bantuan kemanusiaan kepada masyarakat pengungsi disini,” ujar Ruben.
Ia menambahkan, masyarakat kedua distrik tersebut merasa diperhatikan di saat kondisi membutuhkan dengan segala keterbatasan dan kecemasan di tempat pengungsian. Atas bama yang diberikan, pihaknya siap mendistribusikan bantuan langsung kepada setiap pengungsi di titik-titik pengungsian.
“Kami rasa bapak Filep jadi salah satu putra Papua yang memiliki rasa kepedulian kepada masyarakat pengungsi di daerah kepala burung Papua Barat, Bintuni. Pak Filep sangat luar biasa berkali-kali memberikan bantuan, hari ini kami sudah terima 5 mobil untuk masyarakat,” ungkapnya lagi.
Di kesempatan yang sama, Kepala Distrik Moskona Utara, Orocomna menyampaikan bahwa total pengungsi Moskona Utara berjumlah 114 jiwa dan Moskona Utara Jauh sebanyak 148 jiwa, termasuk anak-anak, perempuan dan lansia.
“Kami ini mengungsi sudah sekitar 2 bulan sejak 12 Oktober, setelah baku tembak 11 Oktober. Sekarang kedua distrik itu kosong dan hanya ada aparat. Tapi masyarakat juga masih ada yang di hutan sekitar 33 orang dekat distrik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, masyarakat juga berterima kasih atas bantuan peralatan sekolah yang diberikan senator Filep Wamafma. Menurutnya, bantuan itu dapat digunakan anak-anak bersekolah sementara waktu di Kota Bintuni.
“Terima kasih atas kepedulian pak Filep untuk pendidikan anak-anak kami dengan peralatan sekolah. Kami terima kasih juga kepada pemerintah daerah telah memfasilitasi anak-anak kami untuk bersekolah sementara di Kota Bintuni,” katanya.
“Harapan kami menyambut Natal ini, bisa segera kembali ke kampung halaman kami dan beraktivitas normal seperti sedia kala. Kami butuh wakil rakyat hadir di tempat pengungsian ini dan melihat kondisi kami, lalu berkomunikasi dengan pihak terkait agar kami yang terdampak konflik ini bisa segera pulang,” sebutnya. (UWR)








