BerandaDaerahDirlantas Polda Papua Barat Tinjau Lokasi KTL Pro di Manokwari

Dirlantas Polda Papua Barat Tinjau Lokasi KTL Pro di Manokwari

MANOKWARI, JAGAMELANESIA.COM – Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Papua Barat, Kombes Pol Raydian Kokrosono S.IK melaksanakan peninjauan di kawasan tertib lalu lintas dan tertib protokol kesehatan (KTL Pro) di jalan Haji Bauw lampu merah, Kota Manokwari pada Selasa (25/5).

Kombes Pol Raydian Kokrosono saat diwawancarai jagapapua.com menjelaskan survei lapangan dilakukan di wilayah kawasan tertib lalu lintas dan protokol kesehatan di Manokwari kurang lebih 800 m dari kantor Sinar Suri. Ia mengatakan pihaknya akan menciptakan Kamsel cipta lantas di jalan Haji Bauw dan selanjutnya pada bulan kedua dan ketiga akan dilakukan penilangan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) dan tilang manual tanpa ETLE.

“Untuk permasalahan penilangan, kita harus melalui tiga tahapan yaitu bulan pertama launching ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), tahap kedua nasional dan sekaligus kita launching KTL Pro dan bulan depan kita adakan sosialisasi ke masyarakat secara masif. Bisa lewat medsos dan media konvensional selama sebulan dan bulan kedua sosialisasi ditutup kemudian langsung diadakan penindakan penilangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, KTL Pro ini didukung dan dibina serta diawasi. Menurutnya akan ada petugas yang bertugas di KTL Pro tersebut antara lain bagian Lalu Lintas, Sabhara, Propam, POM, SATPOLPP, Dinas Perhubungan dan Gugus Tugas Covid-19. Ia menjelaskan setiap bulan pihaknya akan melakukan sosialisasi ke masyarakat dan penindakan jika diperlukan. Setelah itu dilakukan evaluasi untuk diteruskan oleh Polda Papua Barat atau dipindakan ke Polres atau beberapa KTL Pro yang telah direncanakan.

“Kami berharap KTL Pro ini setiap Kasat Lantas bisa berkoordinasi dengan masyarakat seperti kita yang berada di Provinsi Papua Barat ini. Apabila kami sudah launching KTL Pro maka kami berharap kasat lantas 50 persen sudah siap. Walaupun masih ada waktu selama sebulan pada saat sosialisasi untuk menentukan, mengecek dan melakukan survei lapangan. Sehingga pada peresmian KTL Pro, Kasat Lantas Polres sudah bisa berjalan,” jelasnya.

Kombes Pol Raydian berharap di setiap 10 kabupaten atau kota yang berada di Provinsi Papua Barat harus mempunyai ikon yang harus dikembangkan. Hal itu menurutnya, agar mendukung masyarakat lebih tertib berlalu lintas dan tertib protokol kesehatan di wilayah masing-masing. (Rolly)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru